Skip to content
  • Home
  • Produk
    • Switches
    • Access Point
    • Security Appliances
    • Network Adapters
    • Network Management
  • Blog
  • Hubungi Kami

Tag: allied telesis indonesia

March 3, 2025

Strategi Mengatasi Risiko Keamanan dalam Implementasi IIoT

Dalam beberapa tahun terakhir, Internet of Things (IoT) semakin banyak digunakan di berbagai industri. Diperkirakan ada 27 miliar perangkat yang terhubung ke jaringan pada tahun 2021 dan akan mencapai 75 miliar pada tahun 2025. Industrial Internet of Things (IIoT) sendiri berpotensi menambah $14 triliun ke ekonomi global pada tahun 2030. Banyak industri telah mengandalkan perangkat IIoT seperti smart meter, alarm, dan sensor untuk berbagai tugas penting seperti otomatisasi mesin, pemantauan dan perawatan prediktif, pelacakan inventaris, serta transformasi proses dan alur kerja. Namun, meskipun manfaatnya besar, keamanan dalam IIoT tidak boleh diabaikan. Jaringan IIoT dapat mencakup area yang luas dengan ratusan ribu titik data. Jika satu perangkat memiliki celah keamanan, seluruh jaringan dapat menjadi rentan terhadap serangan siber, yang bisa menyebabkan gangguan operasional, manipulasi data tanpa izin, atau bahkan spionase industri. Untuk melindungi perangkat dan jaringan IIoT, perusahaan harus mengintegrasikan keamanan sejak awal. Mengandalkan keamanan tersembunyi (security by obscurity) bukanlah solusi yang cukup. Yang dibutuhkan adalah keamanan yang dirancang sejak awal (security by design). Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk meminimalkan risiko keamanan dalam IIoT. 1. Pilih Teknologi yang Tahan Terhadap Serangan Siber Saat jaringan IIoT semakin berkembang, perusahaan harus menerapkan teknologi keamanan khusus IoT. Sebelum itu, pastikan Anda memahami beberapa aspek penting berikut: ✅ Ancaman utama yang mungkin terjadi ✅ Regulasi dan kepatuhan yang harus dipenuhi ✅ Jenis komunikasi antar mesin (M2M) dan pentingnya operasional tanpa gangguan ✅ Jenis data yang dikumpulkan, terutama jika bersifat sensitif atau sangat penting untuk bisnis ✅ Faktor eksternal yang dapat memengaruhi kelancaran transmisi data ✅ Keseimbangan antara fitur, kemudahan penggunaan, dan keamanan Berdasarkan faktor-faktor ini, perusahaan dapat menerapkan berbagai teknologi keamanan, seperti: 🔒 Enkripsi untuk melindungi data sensitif agar tidak mudah diretas 🔒 Keamanan jaringan dan otentikasi perangkat untuk memastikan komunikasi antar perangkat dan sistem tetap aman 🔒 Manajemen Identitas dan Akses (IAM) untuk mengontrol perangkat yang dapat terhubung ke jaringan 🔒 Analisis keamanan untuk mendeteksi dan menghentikan serangan yang mungkin lolos dari sistem keamanan tradisional Perangkat seperti AR2010V VPN Router dari Allied Telesis membantu mempermudah pemasangan dan pengelolaan infrastruktur IIoT, bahkan dalam lingkungan yang sangat menantang. Ini adalah solusi ideal bagi perusahaan yang membutuhkan kombinasi keamanan tinggi dan kinerja terbaik dalam implementasi IIoT mereka. 2. Keamanan IIoT adalah Masalah Bisnis, Bukan Sekadar Teknologi Keamanan IIoT bukan sekadar masalah teknis, melainkan harus diperlakukan sebagai strategi bisnis jangka panjang. Ini berarti perusahaan perlu menetapkan Key Performance Indicators (KPI) dan merancang prosedur keamanan yang efektif. Untuk mencapai keamanan yang lebih baik, perusahaan sebaiknya: 📌 Membentuk tim keamanan lintas divisi, yang terdiri dari tim IT, teknik, operasi, dan vendor sistem kontrol 📌 Meningkatkan visibilitas keamanan IIoT bagi karyawan agar mereka lebih sadar akan ancaman yang ada 📌 Mengadakan pelatihan keamanan siber, seperti program pelatihan bersama yang ditawarkan oleh Allied Telesis dan NUARI 📌 Memastikan ada tim keamanan IIoT yang terlatih untuk memeriksa perangkat secara rutin dan mengelola keseimbangan antara keamanan, privasi, dan keandalan sistem tanpa mengganggu operasional Selain itu, otomasi keamanan dan rekayasa berkelanjutan juga penting untuk memastikan perlindungan yang konsisten dan efisien. 3. Integrasikan IIoT ke dalam Manajemen Risiko Perusahaan Saat jaringan IIoT semakin berkembang, perusahaan harus meningkatkan sistem manajemen risikonya dengan menerapkan pendekatan berbasis manajemen risiko perusahaan (Enterprise Risk Management). 🔍 Identifikasi semua perangkat IoT yang terhubung ke jaringan dan pantau secara rutin untuk mengetahui potensi kerentanannya. 🛡️ Lakukan penilaian risiko secara berkala untuk mengidentifikasi ancaman yang mungkin terjadi. 🎭 Simulasikan skenario serangan siber untuk menguji kesiapan tim keamanan dalam menangani ancaman nyata. 📊 Tingkatkan kemampuan analisis keamanan siber, sehingga karyawan memahami vektor serangan yang paling rentan terhadap bisnis mereka. 🤝 Pastikan perjanjian layanan (SLA) yang jelas dengan mitra bisnis jika perusahaan mengandalkan integrator sistem atau vendor pihak ketiga. Untuk mengoptimalkan mitigasi risiko, perusahaan juga harus menghilangkan silo antara tim IT dan OT, sehingga kedua tim bisa berbagi keahlian dalam memperkuat keamanan IIoT secara menyeluruh. Selain itu, dengan menggunakan perangkat seperti IE340 Series Industrial Ethernet Layer 2 Managed Switches dari Allied Telesis, jaringan IIoT bisa lebih terlindungi dengan fitur keamanan seperti SSL, SSH, 802.1X, dan lainnya. Perangkat ini juga menawarkan kinerja tinggi, keandalan, dan kemudahan manajemen, sehingga memberikan nilai lebih bagi infrastruktur IIoT perusahaan. Kesimpulan Mengadopsi teknologi IIoT dengan cepat tanpa memperhatikan keamanan bisa membuat perusahaan rentan terhadap berbagai ancaman siber. Serangan ini bisa berdampak besar pada produktivitas operasional, stabilitas keuangan, hingga reputasi perusahaan. Sayangnya, banyak perusahaan masih berada dalam tahap awal dalam mengadopsi praktik keamanan dan teknologi perlindungan yang diperlukan untuk mengurangi risiko ini. Mengingat pertumbuhan IIoT yang akan terus meningkat secara eksponensial, perusahaan harus menjadikan keamanan IIoT sebagai prioritas utama. Karena “keamanan IoT tidak bisa berdiri sendiri”, program keamanan IIoT yang kuat harus menggabungkan aspek manusia, proses, dan teknologi. Dengan memastikan keamanan jaringan dari sekarang, perusahaan bisa mendapatkan ROI yang lebih tinggi dari investasi IIoT mereka, sekaligus memanfaatkan potensinya secara maksimal untuk berbagai kebutuhan bisnis. 🔎 Ingin tahu lebih lanjut tentang solusi keamanan IIoT? Cek portofolio produk kami atau hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut! Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan allied telesis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi alliedtelesis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
March 3, 2025

Membangun Fondasi Jaringan untuk Pabrik Cerdas

Transformasi digital adalah dasar bagi perubahan di hampir semua industri. Berbagi informasi antara semua sistem dalam perusahaan menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan. Jaringan data yang terintegrasi menjadi hal yang wajib untuk menghubungkan semua sistem, sekaligus menjadi aset yang paling penting dan paling kritis bagi pabrik cerdas. Artikel ini membahas tantangan utama dan solusi dalam membangun jaringan untuk pabrik cerdas. Mengurangi Biaya Total Kepemilikan (TCO) dengan Otomasi Data jaringan dibutuhkan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Namun, mengelolanya secara terus-menerus tidak selalu memungkinkan dan sering kali memerlukan biaya besar. Allied Telesis Autonomous Management Framework™ Plus (AMF Plus) memberikan nilai nyata bagi bisnis dengan menyelesaikan salah satu tantangan terbesar dalam dunia IT. AMF Plus menyediakan infrastruktur jaringan yang dapat dikelola sebagai satu kesatuan, mengurangi kompleksitas dan biaya operasional, serta memungkinkan lebih banyak pekerjaan dilakukan dengan sumber daya yang lebih sedikit. Mengelola infrastruktur jaringan membutuhkan waktu dan biaya yang besar serta biasanya memerlukan aplikasi pihak ketiga yang mahal. Teknologi komputasi awan dan infrastruktur terkonvergensi memang memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, tetapi juga menambah kompleksitas. Oleh karena itu, jaringan harus fleksibel dan mampu berkembang dengan cepat agar dapat mengikuti perkembangan aplikasi modern dan model layanan yang semakin kompleks. Baik untuk virtualisasi, mobilitas, maupun konsep BYOD (Bring Your Own Device), jaringan harus bisa mengikuti kebutuhan bisnis. AMF Plus membantu tim IT dengan mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk mengelola jaringan. Otomatisasi Jaringan Langkah pertama menuju efisiensi dan produktivitas yang lebih baik adalah dengan memungkinkan manajemen operasi yang konsisten. Hal ini dilakukan dengan menghubungkan jaringan yang tersebar seperti kantor pusat, cabang, gudang, pabrik, lini produksi, dan sistem lainnya sehingga informasi dapat diakses secara real-time. Dengan menambahkan otomatisasi jaringan, perusahaan dapat memperoleh alat untuk memantau dan mengelola jaringan secara otomatis. Visibilitas Jaringan Melalui tampilan visual dari informasi dan perangkat yang terhubung, perusahaan dapat memahami kondisi jaringan secara real-time dan mengidentifikasi masalah dengan mudah. Vista Manager EX adalah platform monitoring dan manajemen dari Allied Telesis yang memungkinkan otomatisasi jaringan dan memberikan visibilitas menyeluruh terhadap seluruh jaringan. Manajemen Jaringan Perangkat jaringan dan perangkat yang terhubung memerlukan pemeliharaan, langkah-langkah keamanan, serta manajemen terpusat untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi biaya operasional. AMF memungkinkan infrastruktur jaringan dikelola sebagai satu kesatuan, sehingga lebih mudah dan efisien dalam pengelolaannya. Jaringan Industri Lini produksi telah menggunakan peralatan yang dikendalikan oleh komputer selama bertahun-tahun. Kehadiran Internet of Things (IoT) memungkinkan peralatan manufaktur mengumpulkan data dalam jumlah besar secara real-time. Namun, untuk memanfaatkan peluang ini, diperlukan jaringan teknologi operasional (OT network) yang kuat untuk mentransfer data dari lantai produksi ke jaringan IT di pusat data. Jaringan OT juga harus terintegrasi dengan perangkat kontrol yang sudah ada seperti PLC (Programmable Logic Controller). Oleh karena itu, jaringan OT harus: Mampu beroperasi di lingkungan pabrik yang keras Memahami protokol komunikasi PLC Mengirimkan data sensitif terhadap waktu dengan akurat Industrial Ethernet (IE) switches dari Allied Telesis dirancang tanpa kipas (fanless) sehingga dapat beroperasi dalam kondisi panas dan getaran tinggi. Switch ini mendukung berbagai protokol industri sehingga mudah diterapkan di lantai produksi dan terintegrasi dengan jaringan OT yang sudah ada. Selain itu, karena tidak menggunakan kipas, perangkat ini lebih tahan terhadap debu dan kelembapan serta lebih andal. Switch IE ini juga dirancang untuk lingkungan dengan gangguan elektromagnetik (EMI) tinggi seperti gardu listrik dan tersedia dalam model dengan koneksi optik. Untuk pemasangan, perangkat ini bisa dipasang di DIN rail, sama seperti peralatan kontrol industri lainnya. Jaringan Nirkabel (Wireless) Dalam beberapa tahun terakhir, industri manufaktur semakin beralih ke pabrik cerdas yang memanfaatkan IoT. Oleh karena itu, diperlukan jaringan komunikasi yang dapat menghubungkan berbagai perangkat dan sensor di dalam pabrik. Ada peningkatan kebutuhan akan jaringan Wi-Fi untuk mendukung komunikasi real-time, terutama bagi forklift dan autonomous guided vehicles (AGV) yang bergerak di dalam pabrik. Namun, banyak mesin produksi yang dapat menghambat penyebaran sinyal Wi-Fi, sehingga perlu solusi jaringan nirkabel yang dapat mengatasi gangguan tersebut. Lonjakan jumlah perangkat yang terhubung juga memberikan tekanan besar pada jaringan, yang sering kali kesulitan untuk memberikan cakupan, kinerja, dan koneksi yang stabil sesuai dengan kebutuhan saat ini. Allied Telesis Autonomous Wave Control (AWC) membantu mengatasi tantangan ini dengan mengurangi keterlibatan manusia dalam penerapan dan penyesuaian jaringan nirkabel. Kendaraan otomatis dan perangkat lain di pabrik memerlukan koneksi nirkabel yang selalu aktif dan tidak terputus. Untuk itu, Allied Telesis mengembangkan teknologi Channel Blanket (AWC-CB), yang memungkinkan penggunaan satu saluran nirkabel untuk seluruh area produksi dan gudang, memastikan koneksi tetap stabil tanpa gangguan. Karena gudang dan pabrik sering kali tidak memiliki kontrol suhu, Access Point (AP) komersial tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, Allied Telesis telah mengembangkan AP khusus yang tahan terhadap kondisi lingkungan luar ruangan dan cocok untuk lingkungan pabrik yang menantang. Melindungi Jaringan dari Ancaman Siber Dengan berkembangnya IoT, beban manajemen aset dan risiko serangan siber semakin meningkat. Sensor dan perangkat IoT lainnya yang tidak dapat dipasang agen keamanan dapat menjadi titik masuk ancaman dari dalam jaringan. Self-Defending Network dari Allied Telesis memberikan keamanan jaringan yang mudah dan cepat dengan memanfaatkan perangkat keamanan yang sudah ada. Solusi ini mendeteksi perilaku mencurigakan dari perangkat yang terhubung dan secara otomatis memblokir atau mengisolasi perangkat yang terinfeksi. Pabrik Cerdas = Keputusan Cerdas Migrasi ke pabrik cerdas memerlukan pendekatan multidisiplin yang mencakup semua aspek produksi—dari konektivitas, keamanan, lingkungan, hingga persyaratan spesifik industri. Allied Telesis tidak hanya membantu mengidentifikasi jalur terbaik menuju pabrik cerdas, tetapi juga menyediakan solusi jaringan yang skalable, aman, dan andal, untuk mendukung transformasi digital pabrik Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan allied telesis indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi alliedtelesis.ilogoindonesia.com untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • 2

Recent Posts

  • Allied Telesis 2026: Strategi Membangun Network Efisien
  • Allied Telesis 2026: Strategi Network untuk AI, IoT & Wi-Fi 7
  • Allied Telesis 2026: Fondasi Network Aman dan Terkoneksi
  • Allied Telesis PoE: Solusi Infrastruktur Jaringan Efisien
  • Allied Telesis untuk Industrial Networking Industry 4.0

Recent Comments

No comments to show.

Allied Telesis Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Allied Telesis. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

Sales & Marketing

  • (021) 53660861
  • Jl. Kebon Jeruk Raya Villa Kebon Jeruk Office F1
  • [email protected]

Support Center

  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk

Copyright © 2024. Allied Telesis Indonesia